Untuk Mu yang kesulitan

Ketemu lagi sama bapak nih.
*Foto kecil bapak, mungkin usia sekitar 2-4 tahun


Kali ini bapak, ingin membahas mengenai kesulitan.

Bapak ngga tahu seberapa sulit yang kamu jalani sekarang, bapak juga ngga tahu seberapa berat beban yang kamu bawa. Tetapi, jika kamu sampai membuka folder ini...
 Bapak paham yang kamu rasakan...

Bapak cuma mau bilang, kalo setiap badai pasti berlalu kecuali kamu ada diplanet jupiter *badai abadi...

Bapak tahu memang pelik dan naif, jika berkata untuk hanya sebatas menyemangati mu saja...

Bapak sendiri kesal juga dengan orang yang hanya memberikan solusi dan berujung dengerin pendapat dia aja, walaupun solusi itu baik... Tapi bapak tahu bahwa bukan itu kan yang kamu inginkan nak?

Kamu kalo mau nangis, silahkan..

 Bapak juga pernah nangis, tapi ya gitu jangan keseringan karna bapak toh kepala keluarga dan lelaki...

Jangan pernah berpikir bahwa semua ini adalah akhir dari cerita dan mimpi/hidup akan berakhir sampai disini alias ga ada harapan lagi...

Kamu tahu nak, bapak menyadari satu hal... Bahwasannya hidup ini itu kayak lembaran buku tapi buku abadi... Yang halamannya terus ada sampai nanti kita di kembali ke sisiNya.

Bapak barusan bilang tentang buku kan? Mustahil jika bapak ngga ngenalin kalian ke dunia perbukuan...

Lembaran buku itu bisa terus di isi, halaman demi halaman. Tentu sama seperti buku-buku lainnya, ada momen titik terendah, kebahagian, sedih, marah, dll.. Tapi abadi dan ngga terbatas 300 halaman atau puluhan ribu... Itu lah catatan hidup mu nak.

Bapak hanya mau mengingatkan, bahwa kesulitan yang kamu alami sekarang "pasti ini akan berlalu..." bapak yakin itu... 

Ohiya bapak juga belajar, bahwa sebenarnya selama ini bapak takut sekali di nilai oleh orang lain... Bapak harus jadi yang terbaik, best, keren, dll... 

Tapi justru itu yang bikin bapak jadi rapuh, ketika bapak jatuh ke titik lemah bapak... Bapak lebih takut dengan pendapat orang lain mengenai bapak alih alih fokus ke diri bapak...

Bapak mungkin ada kalimat obat. Yang selalu bapak tanyakan ke diri bapak, agar perubahan bapak ini adalah berdasarkan keinginan kuat bapak bukan kontrol eksternal...

Apa yang kamu rasain sekarang?
Mengapa kamu ingin segera pulih?
Apa alasan yang membuat mu ingin secepat itu?
Kamu yakin ini untuk "dirimu"?

Bapak bukan psikolog, tapi bapak selalu yakin... Bahwa ber ikhtiar lah... Insyaallah sehebat apapun badainya pasti akan berlalu... 
Nangis gapapa, itu bentuk kejujuran & bukti bahwa kamu udah sadar. Jadi bertekad lah kembali dan berusahalah... Tidak apa apa jika perlahan-lahan...
 hidup itu bukanlah lomba nak.

Aur revoir
-Bapak


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Halo, ini bapak.

UntukIbuMu

Cara menyimpan uang